Bibit – Reksadana Online dengan Sistem paling ok

Mencari kode referral Bibit untuk daftar? Gunakan kode referral ini untuk mendapatkan bonus Rp 50.000 saat join –> 5q5wsjk

Silahkan download aplikasinya sekarang: http://bit.ly/bibitreferral1 Dan masukan kode referal : 5q5wsjk untuk dapat bonus Rp 50.000

Sejarah Bibit

Bibit adalah satu perusahaan dengan Stockbit, karena keduanya merupakan anak dari perusahaan yang sama.

Stockbit sendiri mendapat suntikan dana dari East Ventures. Perlu di ketahui juga, jika Bibit dan Stockbit dua-duanya menggandeng Sinarmas sebagai partner untuk melakukan transaksi saham maupun reksadana.

Dari informasi tersebut, saya kira kredibilitas Bibit sudah tidak perlu diragukan lagi. Perlu anda ingat bahwa Sinarmas juga berada dibalik Danamas dan PinjamanGo, dua P2P lending yang memiliki posisi cukup kuat di Indonesia.

Tampilan Apps Sederhana

Terkadang di dalam sebuah apps pasti yang di inginkan user adalah tampilan yang sederhana dan menarik? Setuju? Ada banyak aplikasi atau website yang membingungkan saat di baca dan di lihat, terlalu banyak tulisan, banyak fitur, gambar flyer promo di setiap sudut, sehingga membuat mata sakit juga kan? Hal ini Berbeda dengan Bibit.id, tampilan utama ada registrasi. Di mana kamu harus foto KTP dan selfie bersama KTP kamu. Ini sudah jelas dicontohkan pada tampilan pertama saat register jadi benar-benar mudah.

Kemudian setelah memasukkan data, KTP dan selfie bareng KTP, kamu juga akan diberikan 6 pertanyaan kuesioner yang akan sesuai dengan profil kamu.

Kemudahan Penggunaan

Tampilannya sangat sederhana dan tidak membingungkan untuk pengguna. Di tampilan utama, anda hanya tinggal memilih seberapa besar investasi anda, bayar, dan selesai. Bibit akan mengambil alih pemilihan produk untuk anda dan tidak memusingkan anda melalui data, chart, atau informasi memusingkan lainnya.

Kelengkapan Produk

Per tanggal 4 Juni 2019, ada 15 produk pasar uang, 18 produk obligasi, 23 produk saham, dan 12 produk syariah. Semua produk tersebut dikelola oleh manajemen dan kustodian yang berbeda-beda, sehingga variasinya cukup baik.

Namun jelas saja, bila dibandingkan dengan agen penjual reksadana lainnya seperti Bareksa, pilihan produk di Bibit tergolong jauh lebih sedikit. Jumlah pilihan dan variasi di Bibit menurut saya pas untuk pemula, namun jauh dari sempurna untuk para profesional.

Saya bukanlah seorang ahli Reksadana yang hafal performa setiap produk, namun setelah melakukan proses screening dan komparasi menggunakan random sampling, saya menemukan bahwa produk-produk di Bibit cenderung memiliki performa yang lebih buruk daripada produk populer lainnya (misalnya Ashmore, Schroder, BPN Paribas, dll).

Tidak usah khawatir, performa yang lebih buruk bukan berarti tidak bisa menghasilkan keuntungan. Saya menilai wajar saja bahwa Bibit tidak bisa menjual produk-produk populer tersebut, sebab produk-produk tersebut cenderung memiliki biaya pembelian (subscription fee) yang cukup mahal. Bibit saat ini berkomitmen bahwa pembelian maupun penjualan tidak dikenakan biaya. Bibit tidak mungkin memaksakan diri menjual produk-produk populer tersebut dan menanggung biaya pembeliannya, karena bisa langsung bangkrut!

Apabila anda bertanya “dari mana bibit dapat keuntungan“? Jawabannya cukup sederhana, yaitu bahwa Bibit melakukan kerjasama pembagian “management fee” bersama dengan manajer investasi. Untuk setiap persentase yang dikenakan oleh manajer investasi, Bibit mendapatkan sebagian kecil.

Kecerdasan Buatan

Bibit sangat bangga mengiklankan kecerdasan buatan milik mereka, dan memang menargetkan produk mereka agar digunakan oleh orang-orang yang malas memilih produk reksadana mereka sendiri untuk membangun portfolio yang optimal

Namun demikian, sebenarnya kecerdasan buatan Bibit ini tergolong sederhana, bukan robot super cerdas yang bisa memberikan anda rekomendasi berdasarkan machine learning. Bibit hanya akan ‘mewawancarai’ anda secara singkat melalu beberapa pertanyaan di awal pendaftaran untuk menentukan toleransi anda terhadap risiko. Dari hasil wawancara inilah, Bibit akan menentukan profil risiko anda (dari nilai 1 sampai 10) dan mengatur alokasi portfolio yang cocok untuk anda.

Setelah itu, anda hanya tinggal memberitahu Bibit mau menginvestasikan berapa rupiah, dan Bibit akan mengalokasikan total rupiah anda ke kelas reksadana yang berbeda-beda sesuai profil risiko anda. Misalnya, dalam kasus saya, nilai risiko saya adalah 7 (moderat). Setiap kali saya mau berinvestasi 1 juta rupiah, Bibit akan mengalokasikan sekitar 40 persen uang tersebut ke reksadana obligasi, 50 persen ke reksadana saham, dan 10 persen ke reksadana pasar uang.

Alokasi Bibit saat checkout bisa berubah apabila Bibit menilai bahwa portfolio anda saat ini alokasinya kurang ideal. Misalnya, apabila saya minggu lalu melakukan investasi manual (tanpa bantuan robot) untuk membeli reksadana pasar uang, maka investasi robot saya berikutnya pasti tidak mengalokasikan uang saya ke reksadana pasar uang, karena robot telah melihat bahwa alokasi reksadana pasar uang di portfolio saya sudah lebih tinggi dari yang seharusnya.

Sudah, seperti itu saja cara kerjanya, sangat sederhana. Tidak ada masalah dengan metode ini, namun saya pribadi kecewa karena kecerdasan buatannya ternyata tidak secanggih ekspektasi saya. Saya berharap robot tersebut bisa membantu analisa beberapa reksadana sekaligus serta memperhitungkan retur rata-rata untuk menyeimbangi performa portfolio kita saat ini.

Pilih Kasih?

Mungkin perasaan saya saja karena saya belum punya cukup data, namun saya melihat bahwa robot Bibit cenderung pilih kasih dalam memberikan rekomendasinya. Misalnya, alokasi uang saya untuk reksadana saham selalu diberikan kepada SIMAS SAHAM UNGGULAN yang dikelola oleh Sinarmas. Obligasi saya selalu diberikan kepada TIM Dana Tetap. Saya curiga bahwa rekomendasi Bibit dipengaruhi faktor lain seperti cross-promotion dan target penjualan produk tertentu.

Bibit secara terbuka juga menyatakan bahwa pemilihan reksadana otomatis terpengaruh faktor minimum pembelian. Beberapa reksadana memiliki nominal minimal pembelian sehingga bila alokasi top-up anda saat itu cukup rendah, mungkin tidak bisa membeli produk yang menjadi rekomendasi awal Bibit, sehingga dicarikan produk lain yang sejenis.

Tanggapan Bibit: Bibit sangat independen dan tidak bergantung pada manajer investasi manapun. Pemilihan kecerdasan buatan murni karena terbentur minimal investasi dan komposisi portfolio saaat pembelian.

Tingkat Keamanan

Selain latar belakangnya yang cukup kuat, Bibit juga telah resmi diawasi oleh OJK. Saya sempat menemui bug terkait pembayaran dengan Gojek, namun selain hal tersebut, tidak ada masalah teknis ataupun operasional yang mengkhawatirkan saya. Bibit sangat aman direkomendasikan!

Seperti biasa, saya akan mengambil kesempatan ini untuk meningkatkan SEO blog saya:

Apakah Bibit penipu? Pernahkah terjadi kasus Bibit penipuan?

Tentu saja tidak!! Terima kasih telah menaikkan ranking blog saya di Google 🙂

Anda juga harus tahu bahwa reksadana adalah salah satu instrumen investasi teraman yang tersedia selama puluhan tahun, bahkan menurut saya nomor 2 teraman (setelah deposito). Dalam berinvestasi reksadana, meskipun agen penjual reksadana nya bangkrut (misalnya Bibit), dana anda tetap aman tersimpan dalam bank kustodian (bank yang ditunjuk untuk menyimpan uang anda). Sekalipun manajer investasi anda juga bangkrut (misalnya Sucorinvest), dana anda juga masih aman di bank kustodian!

Kualitas Customer Service

Anda bisa live chat dengan tim mereka melalui aplikasi. Balasan mereka sangat cepat, serasa chat dengan teman atau gebetan. Mereka juga membalas pesan anda secara natural dan informal, bukan menggunakan template atau macro. Jawaban mereka jelas, singkat, dan menyelesaikan masalah. Saya berharap Bibit tidak akan menerapkan kecerdasan buatan untuk menjadi customer service mereka, karena customer service harusnya manusia bicara dengan manusia!

Program Referral

Anda mendapatkan Rp25 ribu bila berhasil refer orang, sedangkan orang yang di refer tersebut mendapatkan Rp50 ribu. Perlu anda catat bahwa bonus referral ini, bagi kedua pihak, merupakan cashback berbentuk reksadana. Ketika review ini ditulis, bonus tersebut dialokasikan untuk SIMAS SAHAM UNGGULAN. Sesuai namanya, dan sesuai dengan dugaan anda, tentu saja reksadana hasil cashback ini dikelola oleh Sinarmas yang merupakan partner resmi stockbit.

Hal ini wajar saja, sebab Sinarmas mungkin memiliki kepentingan lain untuk meningkatkan penjualan SIMAS SAHAM UNGGULAN tersebut, sehingga menjadikannya produk gratisan sebagai hadiah referral. Anda tidak bisa mengganti pilihan produk hasil referral tersebut.

Ketika review ini diperbaharui karena mendapat tanggapan dari pihak Bibit, alokasi reksadana cashback diganti menjadi MAJORIS SUKUK NEGARA INDONESIA.

Tanggapan Bibit: Pemilihan alokasi cashback murni keputusan Bibit dan tidak dipengaruhi pihak luar. Perubahan pemilihan alokasi cashback berubah karena Majoris Sukuk Negara Indonesia adalah reksadana syariah sehingga lebih cocok untuk masyarakat luas ketimbang Simas Saham Unggulan yang non-syariah.

Cashback dari Bibit hanya bisa digunakan apabila anda melakukan top-up ke investasi robo anda. Anda tidak bisa mengubah cashback menjadi reksadana tanpa melakukan pembelian via robo.

Pembelian cashback Bibit memakan sampai dengan lima hari kerja. Ketika saya mengeluhkan hal ini, CEO Bibit menanggapi bahwa hal tersebut dilakukan untuk menghindari kecurangan para pengguna – pembelian berbayar harus sudah selesai dahulu sebelum cashback diproses.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Apabila anda mau berinvestasi reksadana untuk pertama kalinya dan bingung harus memulai darimana, maka hanya Bibit yang menjadi rekomendasi dari saya.

Apabila anda tertarik menggunakan Bibit, gunakan kode referral ini untuk mendapatkan bonus Rp 50.000 –> 5q5wsjk

Sumber : adriansiaril.com

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *